Rabu, 05 November 2014

LAYANAN PADA SISTEM TELEMATIKA

LAYANAN PADA SISTEM TELEMATIKA

Layanan Telematika merupakan layanan dial up ke internet maupun ke semua jenis jaringan yang didasarkan pada system telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika. Dari berbagai sumber yang saya baca jenis-jenis layanan telematika itu dibagi menjadi:
1.      Layanan Telematika di Bidang Informasi
2.       Layanan Telematika di bidang Keamanan
3.      Layanan Context Aware dan Event-Based
4.      Layanan Perbaikan Sumber

1. Layanan Informatika di Bidang Informasi
Penggunaan telematika dan aliran informasi harus berjalan seimbang dan penggunaanya harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Salah satu fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yaitu melalui internet dan telefon. Ada baiknya bila fasilitas publik untuk mendapatkan informasi terus dikembangkan, seperti warnet dan wartel. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

Keuntungan:
·         Pemerataan teknologi bagi masyarakat menengah kebawah, dan mempermudah masyarakat di pedesaan atau pelosok untuk menggunakan teknologi sesuai perkembangan zaman. Sebagai alat penunjang pembelajaran di sekolah agar dapat memberikan wawasan yang lebih luas.

Kerugian:
·         Bagi pengguna layanan teknologi untuk mengakses informasi tidak digunakan dengan bijak atau sewenang – wenang tanpa pengawasan dapat berakibat buruk bagi pembentukkan karakter dan moral karena lewat layanan telematika di bidang informasi kejahatan dapat dilakukan dengan mudah. Seperti pencurian data, mengakses situs untuk dewasa, dan lain – lain.

2. Layanan Telematika di Bidang Keamanan
Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakanan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri dari enkripsi, penggunaan protokol, penentuan akses control dan audit. Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak sesuai dengan fungsinya. dengan kata lain layanan ini sangat penting untuk menjaga suatu data dalam jaringan agar tidak mudah terhapus atau hilang.
Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Contoh layanan keamanan yaitu:
1.  navigation assistant
2.  weather,stock information
3.  entertainment and M-commerce
4.  penggunaan Firewall dan Antivirus

Keuntungan:
·         Layanan telematika di bidang keamanan memiliki keuntungan yang sangat membantu dalam bidang keamanan sistem informasi untuk mengurangi pencurian data, pengaksesan sistem informasi secara ilegal dan lain-lain.

Kerugian:
·         Keamanan ini juga berdampak buruk jika ada oknum / Hacker yang berniat jahat untuk membobol suatu sistem keamanan.

3. Layanan Context Aware dan Event-Based Context-awareness
Layanan Context Aware dan Event-Based Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
a. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh: pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
b. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
c. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Keuntungan:
·         Dengan layanan ini pengguna dapat membuat sistem yang bersifat otomatis dengan memasukkan parameter – parameter sebagai data user, preferensi user sebagai kemampuan dalam memberikan keputusan yang cepat dan akurat.
Kerugian:
·         Adanya masalah – masalah yang timbul karena parameter dan data yang tidak sesuai dengan permasalahan yang ada.

4. Layanan Perbaikan Sumber (Resource Discovery Service)
Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan.  RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.
Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :
a.    Dilihat dari bidang ekonomi
Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.
b.      Dilihat dari bidang politik
Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.
Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu:
1. Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
2. Pengembangan layana publik.
Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
a) Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.
b) Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.

SARAN

            Adanya pemerataan teknologi agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dari layanan telematika.

Sumber :

http://aangpaduraksa.blogspot.com/2013/12/jenis-jenis-layanan-telematika.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/12/pengantar-telematika-materi-2/  
http://im-balance.blogspot.com/2011/10/layanan-informasi-keamanan-context.html 

Rabu, 08 Oktober 2014

TELEMATIKA

A.  PENGERTIAN TELEMATIKA

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna ( Miarso, 2007 ).
Pada praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu ( konvergensi ). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.
Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem computer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika
Alfin Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika , kini populer dengan nama telematika (Yuliar,2007).
Menurut Yusuf Hadi Miarso ( 2007 ) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary ( digital ). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel ( gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya ). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary ( digital ). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT = Information and Communication Technology ) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika

B.  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TELEMATIKA
·      KELEBIHAN TELEMATIKA
-     Manfaat telematika adalah internet, dalam e-business, telematika secara nyata dapat menekan biaya transaksi dalam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam verifikasi kebutuhan.
-          Dalam kegiatan pemerintahan, manfaat telematika dapat meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
-          Di bidang kesehatan dan juga di bidang pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas. Dengan adanya pendidikan yang dilakukan dengan jarak jauh melalui internet.
-          Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya masyarakat membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet.
·      KEKURANGAN TELEMATIKA
-   Meningkatnya tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
-       Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.
-     Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi, Pada tahun 1995, Julio Cesar Ardita, seorang mahasiswa dari Argentina berhasil menyusup dan mengganti (cracking) data sistem yang ada di Fakultas Arts and Science Universitas Harvard.
-    Informasi dan data yang mudah diperoleh tidak hanya informasi yang bersifat positif tapi juga negative. Kurangnya keamanan pengaksesan informasi negative dapat meningkatkan kejahatan dalam masyarakat, seperti peredaran video porno di internet meningkatkan pemerkosaan dan pelecehan seksual.

C.  SARAN

Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong kita untuk menguasai teknologi yang ada. Untuk itu sebagai pengguna teknologi kita harus menggunakannya dengan bijak. Agar mendapatkan manfaat dari telematika. Dan tidak memanfaatkannya untuk tindak kriminal. Sehingga fungsi dari telematika sebagai alat komunikasi yang memanfaatkan teknologi informasi dapat tersampaikan.

Senin, 24 Juni 2013


Peer2Peer Protocol Running Inside Your Web Browser

Terjemahan praktisnya: Torrent akan pindah di dalam web browser anda:)


Jika dulu anda harus menginstall aplikasi khusus untuk Torrent, ke depannya, protokol HTTP akan dibuat lebih canggih lagi dengan kedatangan Fitur WebRTC, di mana hal ini akan membuka pintu untuk aplikasi peer2peer.

Dengan Torrent kecepatan download rata-rata bisa meningkat secara signifikan karena tidak dibatasi oleh server, jika anda mendownload dengan menggunakan Torrent, beban server akan dibagi-bagi pada banyak server/peer secara simultan. Semakin banyak seeders (penyedia) semakin cepat proses download anda selesai. Pengalaman kami, untuk mendownload ISO Ubuntu terbaru dari server Ubuntu di Indonesia membutuhkan waktu 5-10 jam karena server membatasi kecepatannya. Sedangkan dengan Torrent, download selesai -secara ajaib- dalam 15 menit !

Standar Web untuk WebRTC (Real Time Communications) tengah didevelop dan diujicoba setidaknya oleh 3 pemain yang telah lumayan dikenal, yakni Chrome, Opera, dan Firefox. Chrome telah mengeluarkan edisi trial/developer untuk fitur peer2peer video-sound communication yang memungkinkan kita untuk melakukan skype-call's type communication hanya dengan menggunakan web browser kita. Sedangkan Firefox menjadwalkan akhir Juni tahun 2012 ini untuk fitur tersebut. Yang menarik, Opera nampaknya berhenti hanya pada fitur Akses Video Camera dan Sound, namun kabar peer2peer belum muncul s/d sekarang. Mungkinkah Opera masih ragu karena seperti mengulang Opera United pada fitur terbaru ini ? Kita tunggu saja.

Saat ini, ya detik ini, WebRTC yang membahas draft kirim mengirim data teks dan binary antara 2 PC/Web Broser secara langsung, tengah digodok oleh team WebRTC. Yang sudah selesai pembuatannya adalah kemampuan web browser untuk mengirim stream video dan suara secara peer2peer.

Jika data teks dan binary bisa dikirim secara peer2peer implikasinya bisa sangat luas:
1. kirim-mengirim file secara peer2peer aka Torrent
2. free video-voice call between 2 web browser plus sending your text chat directly.
3. ALL KIND OF PEER2PEER APPLICATION yang bisa anda pikirkan: termasuk misalnya: membuat Web HOSTING dengan memanfaatkan peer2peer topology. Wow! Bisakan anda melihat arah internet ?

Penggunaan Bakteri untuk Menyimpan Data


Penggunaan Bakteri untuk Menyimpan Data


Bakteri E.Coli telah terkenal sejak dahulu sebagai penyebab kematian jutaan orang dalam sejarah peradaban manusia akibat wabah muntaber yang mereka timbulkan. Tetapi baru-baru ini sebuah tim mahasiswa peneliti dari Chinese University di Hongkong telah menemukan fakta lain dari bakteri ini, yaitu dapat digunakan sebagai alat untuk menyimpan data informasi. 

Tim peneliti tersebut berhasil menemukan cara untuk meng-enkripsi-kan dan menyimpan data dalam DNA bakteri E.Coli. Satu gram bakteri ini mampu menyimpan informasi hingga 4.502.000 Gigabyte dalam DNA mereka. 

Biostorage, yang berarti penyimpanan data dalam mahluk hidup, sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, karena telah diketahui sejak sekitar sepuluh tahun yang lalu. Tetapi usaha-usaha para ahli belakangan ini semakin memperluas kemungkinan pemanfaatan Biostorage ini. Contohnya sebuah tim peneliti dari Jepang sekitar 3 tahun yang lalu berhasil meng-enkode-kan persamaan relativitas Einstein kedalam DNA bakteri. Hal ini membuktikan bahwa manusia bisa menggunakan bakteri sebagai media penyimpan data yang efisien, mengingat bakteri relatif sangat mudah untuk dikembang-biakkan. Disamping itu, diketahui bahwa sejumlah bakteri ternyata mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrim. 

Sementara itu, tim peneliti dari Hongkong berhasil membuktikan bahwa jenis data yang disimpan tidak hanya berupa data teks saja, tetapi bahkan gambar, musik, dan video pun dapat disimpan dengan baik dalam DNA bakteri.Tim peneliti ini berhasil menyusun peralatan yang dapat mengkompres data dan kemudian menyimpannya dalam sejumlah sel serta memetakan posisi data-data tersebut dalam sel-sel yang digunakan, sehingga dapat digunakan disaat dibutuhkan. Lebih lanjut, mereka bahkan telah mengembangkan sistem pengamanan tiga tingkat terhadap data-data tersebut untuk mencegah "hacker" mengganggu sistem. 

Team mahasiswa hongkong ini kini sedang berusaha mengembangkan tehnik mereka untuk meng-enkode informasi ekstra dari organisme agar dapat secara genetis memodifikasi sejumlah tanaman dan menyusun semacam "Bio Barcode" untuk mengidentifikasikan tanaman-tanaman tersebut yang diharapkan nantinya dapat digunakan untuk melacak dan mengkontrol penyebaran tanaman-tanaman tersebut. 

sumber : Tulisan Clay Dillow dan tulisan Rebeca Boyle di Popular Science

Jumat, 21 Juni 2013

Memberikan warna pada folder


Jadilah Kreatif dan Terorganisir: Cara Memberikan Warna pada Folder di Windows Explorer

Kali ini, Windowsku akan mencoba membagikan tutorial, bagaimana cara memberikan warna pada folder di Windows Explorer, agar anda dapat lebih 'kreatif' dan juga lebih 'terorganisir', sehingga anda dapat menghemat waktu mencari folder yang tepat. Kita semua tahu, bahwa warna dapat meningkatkan daya ingat, apalagi warna yang anda pakai adalah warna yang atraktif. Untuk itu, tips ini sangat bermanfaat bagi anda.
Sebelumnya, Windowsku sudah memberikan 13 Cara Mengorganisir dan Mengatur File dan Folder di Komputer. Sangat saya sarankan anda membaca dulu itu, karena disana sudah saya jelaskan secara lengkap, tips dan trik agar file dan folder rapi dan mudah untuk diorganisir. Lalu, anda bisa terapkan trik di artikel ini, agar lebih mudah tentunya.

Folder berwarna? Hmm, sepertinya menarik

Wow! Jika sejenak anda melihat gambar diatas, terlihat sangat menarik bukan? Tentu saja, kita cepat sekali mengingat sesuatu yang membuat kita berkesan. Lalu, bagaimana jika anda melihat gambar dibawah ini:
Gambar diatas merupakan gambar Windows Explorer dengan folder yang kurang menarik untuk dilihat. Mungkin, anda akan kesulitan dalam menavigasikannya. Dengan memberikannya warna, tentu saja akan mempermudah dalam navigasi file dan folder di Windows Explorer. Seperti pada gambar dibawah ini, saya sudah menerapkan folder berwarna di Windows Explorer.
Dengan memberikan warna, kita akan mudah mengingat mana folder yang anda buka atau yang mau anda gunakan.

Menggunakan Folder Colorizer

Untuk melakukan semua itu, anda membutuhkan sebuah software Folder Colorizer. Dengan software ini, anda dapat dengan mudah memberikan warna pada tiap folder. Silahkan unduh dulu Folder Colorizer dibawah ini:


Setelah itu, lakukan instalasi. Di dalam proses instalasi, anda akan diminta untuk menginstall software lainnya. Pastikan hilangkan tanda centangnya, agar anda hanya menginstall Folder Colorizer. Jika sudah, langsung buka Windows Explorer. Klik kanan pada folder yang ingin anda berikan warna, lalu arahkan ke 'Colorize!' dan pilih warnanya.
Setelah anda memilih warnanya, anda akan diminta untuk memasukkan alamat E-mail. Langkah ini merupakan langkah untuk mengaktivasi produknya. Setelah anda masukkan alamat E-mail anda, klik "Free Activation". Maka, anda dapat menggunakan software ini.

Selain itu, anda bisa memilih warna lain, selain dari yang ada di context menu. Caranya adalah dengan memilih "Colors...".
Setelah anda memilih warnanya, silahkan berikan nama jika anda inginkan dan klik "Add color". Dan folder anda akan berubah warnanya sesuai dengan yang anda pilih.

Kesimpulan


Semoga software ini dapat membantu anda dalam navigasi file dan folder di Windows Explorer. Tetap kunjungi Windowsku, Pusat Informasi Komputer dan Windows untuk mendapatkan artikel lainnya yang keren.

Bagaimana Cara Kerja Antivirus?

Bagaimana Cara Kerja Antivirus?
Antivirus adalah sebuah software yang sangat penting bagi pengguna komputer Windows. Jika anda penasaran, bagaimana cara kerja antivirus dalam mendeteksi virus, apa saja yang antivirus lakukan, dan hal lainnya menyangkut antivirus, anda tepat datang ke artikel ini. Windowsku akan menjelaskannya secara lengkap untuk anda.

Antivirus program adalah bagian penting dalam hal keamanan. Antivirus memiliki fitur pengamanan yang multi, artinya ada beberapa pengecekan terhadap file yang ada di komputer. Walaupun anda adalah ahli dalam bidang komputer, tidak semua software yang anda miliki aman. Karena tiap software memiliki kerentanan, misalnya saja browser, plug-ins, dan Windows sendiri, sehingga antivirus sangat mutlak diperlukan.

Scanning file pada saat diakses

Program antivirus berjalan di background pada komputer anda, mengecek semua file yang anda akses atau anda buka. Bila anda ahli dalam komputer, ini dinamakan proses on-access scanning, atau dalam bahasa indonesianya adalah scanning file pada saat diakses.

Ketika anda mengklik dobel semua file yang berekstensi *.exe, anda pasti berpikir bahwa program tersebut akan berjalan otomatis. Tapi, sebenarnya tidaklah demikian. Antivirus anda akan mengecek software tersebut, lalu antivirus akan membandingkannya dengan virus, worms, dan malware lainnya. Antivirus anda juga memiliki pengecekan melalui "heuristic". Heuristic ini merupakan pengecekan terhadap program yang memiliki tingkah laku yang mencurigakan, yang dapat mendeteksi sebuah virus yang baru atau belum diketahui.

Tentu saja, selain itu antivirus akan mengecek jenis file yang lainnya, seperti *.rar dan *.zip. Antivirus akan membuka archive tersebut dan mengecek isi dalamnya, atau sebuah dokumen Microsoft Word yang mungkin saja terdapat perintah macro yang berbahaya. Semua file yang anda akses akan langsung dipindai, bahkan pada saat anda mengunduh sesuatu dari internet, Antivirus akan mengecek unduhan anda sebelum unduhan anda buka.

Anda bisa menggunakan antivirus tanpa menghidupkan fitur on-access scanning, tapi itu tidak saya sarankan, karena virus dapat masuk ke komputer anda dengan memanfaatkan lubang keamanan pada program di komputer anda. Jika virus sudah masuk ke komputer anda, akan susah nantinya untuk dihapus.

Pemindaian seluruh file di komputer

Karena ada fitur on-access scanning, pada dasarnya anda tidak perlu melakukan pemindaian seluruh file di komputer. Jika anda mengunduh file berbahaya, maka antivirus akan mendeteksinya secara otomatis dan anda tidak perlu melakukan scanning atau pemindaian.

Pemindaian seluruh file di komputer dapat berguna dalam beberapa hal. Misalnya, ketika anda baru saja menginstall antivirus pertama anda. Hal itu berguna untuk mengecek apakah ada malware berbahaya didalam komputer tersebut, karena sebelumnya belum ada antivirus. Banyak antivirus yang memiliki jadwal pemindaian sendiri, biasanya sekali dalam seminggu, untuk mencari malware berbahaya.

Pemindaian seluruh file di komputer juga berguna ketika anda memperbaiki komputer. Jika anda ingin memperbaikan komputer yang sudah terinfeksi komputer, dengan memasukkan harddisknya ke komputer lain dan melakukan pemindaian seluruh file akan sangat baik. Namun, biasanya anda tidak perlu melakukan itu, karena sekali lagi real-time scanning atau on-access scanning akan mendeteksi virus secara otomatis.

Virus Definitions

Antivirus yang anda miliki sangatlah bergantung dengan virus definitions yang antivirus tersebut miliki. Virus definitions dapat anda pikirkan sebagai sebuah sumber pengetahuan tentang semua virus. Sehingga, antivirus dapat mendeteksi virus dengan mengandalkan ciri-ciri yang diambil dari virus definitions. Maka dari itu, anda harus melakukan update terhadap antivirus untuk dapat mengenali virus yang baru. Tergantun dari pengaturan antivirus yang anda miliki, virus yang terdeteksi akan dimasukkan ke karantina atau antivirus dapat menghapus file tersebut seketika.

Perusahaan antivirus terus menerus melakukan update terhadap produk antivirus mereka, agar semua malware terbaru dapat dikenali oleh antivirus. Di laboratorium perusahaan antivirus, ada berbagai tools yang dapat mereka gunakan untuk menemukan virus baru, lalu mengecek dan membedah file tersebut, menjalankannya di sandbox, dan menemukan solusi atas virus tersebut. Lalu, solusi tersebut dikirimkan pada semua antivirus melalui virus definitions.

Heuristics

Program antivirus juga menggunakan heuristic untuk mendeteksi file. Heuristic memungkinkan antivirus untuk mengidentifikasi sebuah malware atau file yang telah dimodifikasi, walaupun tanpa file definitions. Sebagai contoh, ketika ada sebuah software yang mencoba membuka semua file berjenis *.exe pada komputer anda, dan menginfeksinya dengan menuliskan beberapa kode dalam program tersebut, antivirus dapat mendeteksi software tersebut sebagai virus baru atau virus yang tidak dikenali.

Kesalahan Antivirus (False Positives)

Karena banyak sekali software di internet yang dapat anda gunakan, mungkin saja antivirus dapat melakukan kesalahan, yaitu menganggap file tersebut berbahaya, padahal sebenarnya tidak. Jika anda ahli di bidang komputer, ini dinamakan "False Positives" atau lebih familiar dengan nama kesalahan antivirus. Kasus ini sering terjadi, jika anda menemukan software yang tidak terlalu terkenal atau baru saja dirilis.

Heuristic juga dapat meningkatkan kesalahan antivirus dalam mendeteksi file. Antivirus mungkin mengira, kalau file yang anda unduh itu adalah malware berbahaya, padahal sebenarnya tidak.

Walaupun begitu, sangat jarang sekali anda temukan sebuah kesalahan antivirus atau false positive. Jika anda menemukan file terdeteksi sebagai malware berbahaya, sebaiknya anda meyakininya dan anda harus menghapusnya. Jika anda tidak yakin dengan hal itu, anda bisa mengunggah file tersebut ke VirusTotal. Disana, file yang anda unggah akan dicek apakah benar virus atau tidak.

Peringkat Pendeteksian (Detection Rates)

Beda antivirus, beda juga peringkat pendeteksiannya, atau detection rate. Virus definitions dan juga heuristic sangatlah berperan dalam peringkat pendeteksian.

Beberapa organisasi melakukan test secara berkala terhadap antivirus yang dibuah oleh perusahaan, dan membandingkannya dengan penggunaan secara aslinya. Contohnya, AV-Comparatives secara berkala merilis hasil tesnya dari antivirus dan membagikannya untuk kita, sehingga anda bisa melihat bagaimana kekuatan dari antivirus tersebut.

Mengetes Antivirus


Anda dapat mengetes antivirus, apakah antivirus tersebut bekerja dengan benar atau tidak. Anda bisa menggunakan EICAR test file. File ini merupakan file untuk mengetes apakah antivirus bekerja dengan benar atau tidak. Jika antivirus tidak mendeteksi apapun ketika anda mengunduh file ini, berarti antivirus anda ada masalah. File ini bukanlah virus, hanya sebagai tes saja.